Minggu, 04 Februari 2018

Puisi Kepada Cinta


Kepada Angin aku berbisik
Bagaimana daun mengayun di kala sepi
Bagaimana air mengalir di kala hujan
Bagaimana sampan melaju tak berkayuh

Duhai langit
Tetes-tetes air yang terjatuh
Dari lingkaran hitam yang melayang
Merasuklah ke dalam luka
Biaskan 
Leburkan
Biar sakit ini tak lagi menyakitkan

Entah sampan ini akan terapung sampai kemana
Hanya kesunyian jiwa
Dalam sepi
Dalam sendiri
Dalam luka
Dalam sesal
Dalam rasa
Hampa

Bandung, 030218



Senyummu adalah bahagiaku
Tawamu adalah hidupku
suaramu adalah semangatku
Nafasmu adalah penyemangatku
Amarahmu adalah sesalku
Dinginmu adalah lukaku
Lukamu adalah akhir hidupku

Kamu adalah aku
Aku adalah kamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar