Kalau ditanya bagaimana rasanya membesarkan anak sampai sebesar ini?
Saya pasti akan jawab dengan sangat jujur dari lubuk hati saya yang terdalam: "menjadi ibu adalah perjalanan menempa kesabaran dan perjalanan panjang yang melelahkan"
Jadi saya lelah?? Sudah pastilah, itu jawaban saya yang paling jujur!!
Tetapi saya mendapatkan imbalan sangat besar dari rasa lelah itu, yaitu rasa bangga. Kenapa begitu? Bacalah hingga akhir, anda pasti akan menemukan jawabannya. Saya jamin, setelah itu anda akan termotivasi menjadi mamah muda yang lebih baik dari saya, dan mungkin akan menyesali karena pernah menyesal menjadi ibu (yang terakhir disebut itu pengalaman pribadi saya, hihii)
Bunda, tentu anda masi ingat, kemarin sebelum memiliki anak betapa merdekanya hidup kita. Diri kita adalah milik kita sendiri. Kita bebas melakukan apa yang kita mau, yang kita suka, yang kita ingin, tanpa peduli apapun. Tapi taukah anda, 20 tahun yang lalu saya pernah terkaget-kaget ketika setiap bangun pagi sudah dihadirkan kotoran bayi, sementara mata masih mengantuk karena semalam tak bisa tidur nyaman karena rengekan bayi minta asi atau bayi ngompol. Dan bentuk tubuh saya? yaaa Tuhan.. gk tau deh, rasanya ingin semua ini berlalu dan kembali menjadi gadis.
Dan satu lagi yang paling tidak saya sukai ketika itu adalah, suntik KB!! Bagaimana tidak, sebulan sekali saya harus merasakan sakitnya benda kecil itu menusuk anggota tubuh saya, padahal dulu, sewaktu masih gadis, saya paling takut disuntik. Setelah menikah, setahun lamanya saya harus ketemu jarum suntik setiap satu bulan satu kali. Berikutnya, saya ganti suntik yang tiga bulan sekali. Berikutnya saya ganti dengan KB kalender, berikutnya lagi saya ganti segala macem pilihan ber-KB dan itu berlangsung hampir selama 5 tahun. Setelah itu alhamdulilah, saya memutuskan tidak ber-KB lagi. Anehnya sampe sekarang anak saya tidak nambah-nambah. Tetap satu saja. Tapi ini pengalaman saya ya, anda tidak perlu menirunya. Kondisi badan kita kan beda. Bisa jadi kalau anda tiru anda malah melahirkan terus setiap tahun :D
Setelah anak beranjak besar, sayapun masih direpotkan dengan kerewelan atau ulah anak yang kadang bikin kita jengkel. Lagi gk punya duit, "maa jajan".. Istirahat sedikit "maaa ciniiih", Santai sedikit , "maaa atiitt" (maksudnya terjatuh waktu bermain). Atau lagi enak makan tiba-tiba "maa cebok" .... gubraaakk ... Beginilah derita mamah-mamah setiap hari. Cuma kita, para emak-emak yang tau rasanya seperti apa. Anak tidak pernah tau kondisi kita capek, sakit, sedang ditimpa masalah, ribut dengan ayahnya, atau gk punya duit!! Dia terus saja mengusik kesabaran kita. Ulala.. kalau saja kita tidak bisa menahan diri jari-jari kita bisa mendarat di pahanya, lalu dia akan menangis kesakitan. Menangis sampe lelah lalu tertidur. Kemudian kita akan memandangi wajahnya dengan penuh penyesalan ...
Anda pernah mengalami itu?
Bunda, taukah anda, saya pun pernah melakukan kesalahan besar ketika mengasuh anak saya. Yakni loss control. Saya pernah memukul anak perempuan saya dengan sapu lidi. Sebetulnya tidak keras, tidak menimbulkan bekas luka, tapi saya tau itu meninggalkan bekas luka di hati anak dan di hati saya tentunya. Kendati saya sudah meminta maaf kepada anak, kepada ayahnya, kepada kakek dan neneknya, tapi itu tetap menyisakan penyesalan bahkan hingga saat ini. Semoga anda tidak melakukan perbuatan seperti yang pernah saya lakukan.
Sejak kerjadian itu saya berusaha merubah sikap. Merubah cara pandang saya terhadap berkeluarga dan beranak (eh maapken kalo bahasanya agak gk enak dibaca :D). Intinya sejak itu saya mulai memperbaiki diri dan memahami kenapa saya diberi anugrah memiliki anak. Dari sanalah awal mula saya mulai belajar bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak dengan baik.
Tentu kita setuju bahwa anak adalah titipan Tuhan. Tapi dia bukan sekedar titipan. Dia adalah perpaduan antara anugrah dan tanggug jawab, Jika kita melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, hingga anak tumbuh menjadi pribadi yang berilmu dan bertakwa tentu dia akan menjadi penolong orang tuanya di dunia dan di akhirat. Dialah yang akan mengangkat harkat dan martabat kita di dunia dan di akhirat.Tetapi sebaliknya, jika kita salah mendidiknya tentu kita sendiri yang akan menanggungnya. jangan lupa, kita juga akan dimintai pertanggungjawaban untuk itu.
So, alasan pertama kenapa saya bangga menjadi ibu adalah karena saya memilik seorang anak yang kelak akan menjadi penolong saya di akhirat. Kelak jika saya mati, saya memiliki anak yang insya alloh akan mendoakan saya. Doanya akan menerangi alam kubur saya, mengampuni dosa-dosa saya, menjauhkan saya dari api neraka. Bukankah doa anak sholeh akan didengar dan dikabulkan sang Khalik ..?
Alasan keduanya adalah saya bangga karena dari rahim saya lahir seorang penerus keluarga saya, dia membawa kehidupan baru untuk kelangsungan umat manusia di masa depan. Buat saya, itu adalah sebuah kehormatan, hak istimewa dan anugrah dimana banyak perempuan yang tidak bisa melakukannya karena berbagai alasan. Sampai di titik ini rasa bangga saya wujudkan dalam bentuk sujud syukur dan sejumput doa, semoga anak ini kelak akan membawa kehidupan yang baik, semoga kelak menjadi anak sholeh, beriman dan berilmu dan beul-betul menjadi penolong orangtuanya dan sesamanya, amin.
Alasan ketiga adalah, anak saya sekarang sudah besar. Anda bisa lihat di foto yang saya lampirkan. Mana ibu mana anak pasti anda harus melihatnya dulu dengan cermat, soalnya sayanya imut-imut banget, kelihatan masih gadis kan.. hehehe ... hhuuu maunyaaa ...
Selama mengasuh anak mulai dari lahir sampai sekarang berusia 19tahun tentu banyak suka duka yang sudah saya jalani. Pengorbanan dan perjuangan sudah saya lalui. Saya menjadi wondar woman demi membesarkan anak. Saya mampu melewati setiap rintangannya hingga sekarang saya masih bersama anak, buat saya itulah kebanggaan saya. Tidak sedikit bukan, ibu yang terpaksa menitipkan anaknya karena ibu harus bekerja, atau bahkan ibu yang membuang bayinya karena berbagai alasan.. Saya, setiap hari 24 jam merawat anak saya tanpa jeda. Hebat bukan,hehe ..
Sekarang ini saya merasa bahagia luar biasa memiliki anak, apalagi sudah gadis... Setiap pagi usai shalat subuh dia membantu mencuci setumpukan piring kotor sambil giling baju di mesin cuci. Kalau kebetulan jam kuliahnya siang, dia juga suka memasak. Dia sudah pintar masak lho bun. Masakannya yang menurut saya paling enak adalah dadar telur, gulai terong, tumis waluh dan oseng tempe kecap pedas.
Oya karena anak saya cuma satu, dan ayahnya lumayan sibuk kerja, kami seringkali menghabiskan waktu berdua sja. Traveling berdua, kuliner berdua -mulai dari warung pinggir jalan sampe ngafe, rebutan make up, tukeran baju, sampe saling curhat. Aahh.. sayangnya saya kesulitan mencari kata yang tepat untuk mengunkapkan semua perasaan ini. Pokoknya saya bangga karena dia bukan lagi sekedar belahan jiwa, tapi sudah menjadi kaki, tangan,kepala, hati dan fikiran saya. Jika dia tak ada mungkin sayapun tiada..
Semua inilah yang membuat saya bangga menjadi ibu. Kendati lelah ketika menjalaninya, tapi rasa bangga ini tidak mungkin bisa hilang .. Tentu saya akan selalu berada di dekat anak saya, membantunya meraih impianya, menuntunnya supaya tetap di jalan yang benar, dan menemani perjalanan hidupnya hingga allah mengambil nyawaku kelak ..
Khusus untuk anda calon mamah muda atau yang sudah menjadi mamah muda, berikut adalah 11 catatan kecil yang perlu anda perhatikan:
- Menjadi ibu adalah perjalanan menempa kesabaran. Ada baiknya mulai sekarang belajar melatih kesabaran. Tidak mungkin bukan kita harus mencubit bayi kita ketikad ia menangis terus karena kehausan. Atau memarahinya ketika dia mengompol di celana
- Belajar untuk tidak jijik terhadap sesuatu yang kotor. Kenapa? jelas karena bayi atau anak anda belum bisa membersihkan kotorannya sendiri atau membersihkan badannya sendiri.. Andalah yang harus melakukannya, bahkan ketika anda sedang menikmati makanan sekalipun
- Belajar mempelajari makanan. Anda harus tau apa yang baik untuk dikonsumsi oleh anda dan bayi anda. Tinggalkan hobi anda sewaktu gadis, makan bakso manis asam pedas ketika anda memiliki bayi yang sedang MPasi
- Terima kenyataan, bahwa anda akan lebih sering membeli kebutuhan anak daripada kebutuhan sendiri
- Belajar bersikap taktis, fleksibel dan anti perfeksionis. Ketika sudah menjadi ibu kita tidak hanya melakukan tugas yang bukan untuk kepentingan kita saja. So, berusaha bersikap taktis, fleksibel dan anti perfeksionis akan menjauhkan anda dari fikiran "realita ibu muda adalah waktu yang sepertif mengkhianati mereka"
- Belajar mendengarkan.Lihat ibu kita, bagaimana beliau mendengarkan kita dengan sabar dan membiarkan kita bicara panjang lebar bahkan untuk hal-hal yang tidak penting
- Belajar kuat dan mandiri, karena menjadi ibu adalah perjalanan panjang. anda tidak akan tau apa yang akan temui ketika bangun pagi. Mungkin anak-anak yang rewel karena sakit, atau anak mogok makan karena sedang ada masalah di sekolah, atau anak gadis yang tiba-tiba kehilangan semangat karena putus cinta.
Menjadi ibu adalah juga ikatan sampai mati. maka selayaknya kita bangga menjadi ibu. Percaya diri menjadi ibu rumah tangga dan terus mempelajari cara menjadi ibu yang baik dan benar supaya kelak bukan saja kita bangga menjadi ibu, tapi kita menjadi ibu yang membanggakan di mata anak dan keluarga.
Semoga termotivasi, salam :)

