Rabu, 31 Januari 2018

Wisata Alam, Penyumbang Obat Stres Dan Penyumbang Foto Instagramable Terbaik



Pemicu detak jantung itu bukan cuma ketemu mantan terindah seperti yang tertuang dalam lagunya Raisa aja lho. Tapi wisata alampun bisa memicu detak jantung, dengan segudang manfaat yang bisa kita dapat.

Di Indonesia sendiri banyak banget tempat wisata baik berupa taman bermain ataupun wisata alam yang benar-benar karya Allah sang pencipta.

Diantaranya,

Wisata air terjun, pantai, hutan raya, hutan pohon pinus, pemandian air panas dan masih banyak jenis wisata alam lainnya di Indonesia yang gk kalah dengan wisata diluar negeri, adalah aset wisata alam yang bisa kita manfaatkan

Saya sendiri mulai menyukai wisata alam sejak masuk sekolah menemgah pertama.

Dimulai dengan berkemah di Cihideung, lembang. Menyusuri sungai, rafting dan climbing bersama teman sekolah.

Nyoba Flying fox di Cimanggu, ciwidey, tahun 2013


Setelah menikah dan punya anak, kesukaan saya mengunjungi tempat wisata alam tidak berubah. Malah semakin menggila. Akhirnya kesukaan saya ini pun menular ke anak. Dia ini lebih suka diajak main ke alam daripada ke mall.

Asik ya, emaknya bisa lebih berhemat 😂

Foto anak, edisi wisata alam kebun jagung Cicalengka

Foto anak, edisi wisata alam kebun teh Pangalengan

Foto anak, edisi wisata alam hutan pinus Bukit Moko, Dago, Bandung

Bunda, kakak, banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat dari berwisata alam. Apalagi kalo tempat wisata yang kita kunjungi merupakan jenis wisata yang memacu adrenalin.

Udara yang sejuk, gemericik air, deburan ombak, hijaunya daun, suara burung, bahkan bau keringat sendiripun bisa merefresh kembali fikiran dan jiwa kita dari kejenuhan aktifitas sehari-hari.

Berikut destinasi wisata alam yang bisa kita kunjungi bersama keluarga

Rafting



Buat sahabat yang suka main air, jangan cuma nyoba waterboom aja. Sekali-kali bisa cobalah main rafting di Palayangan, Pangalengan. Di sana debit airnya relatif stabil, bisa dilakukan bersama keluarga.

Main rafting bersama keluarga atau teman-teman memiliki kelebihan menyegarkan fikiran dan melatih team work

Rock Climbing


Panjat tebing bisa memberi manfaat pada tubuh kita. Melatih otot tangan dan kaki, dan melatih konsentrasi.

Offroad




Offroad bisa menggunakan motor atau mobil. Tapi kalo offroadnya rame-rame bawa keluarga lebih asik pake mobil.

Offroad ini lebih menantang jika dilakukan di musim hujan.

Guncangan mobil yang melewati tanah berlumpur, bebatuan atau kubangan, rasanya kayak naik roller coaster di alam bebas.

Seruu ..

Selain jenis-jenis wisata tersebut, berikut kegiatan di tempat wisata alam yang tidak terlalu memicu adrenalin.
Bisa dilakukan bersama pasangan atau keluarga

Berjalan Kaki Menyusuri Pantai

Berjalan berduaan bersama suami, bermanfaat merekatkan hubungan emosional

Menyusuri sepanjang pantai berdua dengan pasangan, atau rame-rame bersama anak, salah satu manfaatnya adalah merekatkan hubungan emosional. Selain itu kaki kita yang sehari-harinya dimanja dengan selalu berkendara, dilatih menjadi kuat.

Just info, berjalan kaki di pantai sebaiknya gk usah pake sandal seperti yang terlihat di foto saya. Karena ada 200 ribu syarat dalam kaki yang bisa terelaksasi saat berjalan tanpa alas kaki.

Selain itu berjalan di atas pasir yang basah bermanfaat melepaskan sel kulit mati.

Bermain dengan ombak

Foto suami, tiduran di pasir abis kelelahan bermain ombak

Bermain dengan ombak, berteriak sekeras-kerasnya dilaut lepas, bisa jadi obat stres paling mujarab lho.

Saat bermain ombak, bukan hanya kesenangan yang kita dapat. Tapi tubuh kita juga akan mengalami detoksifikasi.

Magnesium yang terkandung dalam air laut memiliki efek menenangkan sel saraf yang bisa membantu mengurangi stres dan memperlancar peredaran darah ke seluruh tubuh

Selain itu saat berada di pantai tubuh akan sering terkena sinar matahari.
Manfaatnya meningkatkan hormon serotonon dalam tubjh sehinhga akan merasa lebih nyaman, tenang dan senang

Itulah kenapa orang yang mengalami depresi atau tekanan disarankan menengkan diri di pantai.

Jalan-jalan di taman hutan raya



Jalan-jalan di hutan raya yang sunyi dan sejuk bisa membuang kepenatan dalam tubuh dan fikiran kita. Suara burung, hijaunya pepohononan, semilir angin, mampu membuat fikiran menjadi lebih tenang

Nah banyak banget kan manfaat yang bisa kita dapatkan dari berwisata di alam. Tinggal pilih, mau ke pantai atau ke gunung.
Semuanya bukan hanya membuat badan menjadi lebih bugar, tapi foto-fotonya juga instagramable banget. Cocok buat bunda, kakak yang suka cekrek aplot.

So, besok mau kemana kita ?
😊😄

Tulisan ini diikutsertakan pada tantangan
#SatuHariSatuKaryaIIDN
#HariKe11


Bukan Review Film Dilan 1990


Alasan terbesar pengen nonton film Dilan 1990 ini buat saya dan mungkin abege jaman old lainnya adalah, karena tema film ini mengangkat cerita generasi muda di era tahun '90an dengan setting lokasi kota Bandung tahun '90an.

Itu berasa, wah saya banget!

atau,
Wahh... flashback ke mantan nih

Haha, semoga pak suami gk baca.

Sejagat Indonesia pastinya tau dong, dibandingkan tahun-tahun sesudahnya, ada sesuatu yang beda dengan tahun 1990
Sesuatu yang memorable banget.
Tahun 1990 adalah tahun yang mengajarkan kita arti kebersamaan dan kesederhanaan tanpa ketergantungan pada tekhnologi

Sekilas tentang memorable '90

Dulu segala gadget belum ada. Yang namanya game di jaman itu ya mesti dilakukan secara berkelompok. Kayak main gobak sodor, sapintrong alias lompat tali, boy-boyan, ucing sumput alias petak umpet dan masih banyak lainnya.


Mainnya mesti sepulang ngaji, ngumpul di lapangan komplek atau di jalan komplek. Pulangnya nunggu dimarahi orangtua hihi.

Selain permainan yang mesti dilakukan rame-rame, yang memorable di tahun itu adalah hari minggu sebagai harinya nonton.

Di hari itu tv kayak lagi marathon nayangin film kartun.
ini film kartun yang masih saya ingat,

Chibi Maruko Chan si gadis lugubdan lucu, dragon ball, Ninja Hatori, Sailormoon Capten Tsubasa atau .. Deni manusia ikan.

Cuma hari minggu aja saya dan teman-teman diijinin bebas nonton film oleh orangtua. Makanya setiap hari minggu di jalan depan rumah saya dijamin bakal tampak sepi. Karena semua anak-anak pada ngumpul nonton tv.

Terus nih yang paling memorable banget di era saya abege adalah, telpon umum!!



Telpon umum seolah jadi saksi kekonyolan saya waktu itu. Mau jalan ke ujung gang, terus berdiri lama ngatri di depan telpon umum, gk peduli panas, gk peduli hujan.

Dan itu,

Cuma buat nelpon penyiar radio yang muterin lagu plus titip-titip salam di udara.

Hahaa..

Jadi pas tau ada film yang mengangkat tema generasi era '90an langsung deh semangat banget pengen nonton. Dengan harapan bisa bernostalgia ke masa muda.

Pengennya nonton sama pak suami, atau sama anak. Tujuannya sih kalau dengan pak suami bisa sambil bernostalgiaan. Kalau sama anak lebih ke pengen sharing antara dua jaman.



Sayangnya rencana nonton dengan anak gadis saya gagal karena si gadis lebih memilih nonton rame-rame bersama teman kampusnya. Gk terpaksa saya mengalah, dan sampe sekarang belum kesampean nonton. Mungkin ada bagusnya juga supaya saya nontonnya berdua aja dengan pak suami hehe.. #pengertianNiAnak 😁

So, kali ini tulisan saya bukan untuk mereview film ya. Tapi buat ikut berbagi pendapat aja.

Film Dilan sendiri diangkat dari sebuah novel karya ayah Pidi Baiq.
Buat teman-teman penyuka novel mungkin tau, novel ini dibuat dalam tiga seri.



Seri pertama berjudul Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990
Seri kedua berjudul Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
Seri ketiga berjudul Milea, suara dari Dilan

Sepulang si gadis dari bioskop saya langsung antusias nanya,
Ka, gimana filmnya? bagus gk? Alur ceritanya gimana? endingnya gimana?

Segambreng dah pertanyaan saya, eh jawaban dia singkat aja.

Biasa aja ma. Cuma nyeritain orang pacaran!

Lhaa...

Sampe disitu saya agak kehilangan kata-kata.

Tapi naluri seorang ibu akhirnya membuat saya bertanya, "poinnya dapet gk?"

Sebagai ibu dengan anak gadis semata wayang saya memang sedikit protektif. Termasuk dalam hal nonton. Sering saya menemani anak saya nonton bioskop walau sekedar nonton film cinta-cintaan abege jaman now. Bukan karena anak saya gk punya pacar, tapi saya ingin mendampingi anak saya, berdiskusi dengannya, sampai da bisa mengambil nilai-nilai yang ingin disampaikan di film tersebut.

Tapi kalo pas ditanya dapet gk poinnya dan dia cuma jawab ya gitulah mah, hadehh .. antara pengen jitak dan kebelet nonton!

Untungnya kegalauan saya terobati setelah anak saya akhirnya mau cerita sinopsip film Dilan versi dia.

Dari obrolan dengan anak ini yang saya simpulkan:

Si penulis ingin menyampaikan perbedaan gaya pacaran kids jaman old dan kids jaman now yang kebanyakan micin.

Bahwa mencintai pacar itu gk mesti apa segala macem dilakukan atau diberikan, karena cinta itu sesederhana ngasi TTS yang udah di isi biar orang yang dicinta gk perlu pusing

Bahwa semesra apapun, sedekat apapun, sedalem apapun sebuah hubungan pacaran, gk jamin bakal sampe ke pelaminan.
Persis seperti yang diucapkan Dilan dalam dialognya, pacaran itu untuk putus. Entah putus karena menikah atau putus karena udahan

Bahwa seseorang yang sudah menikah, bahagia, tidak perlu flashback berlebihan. Menghormati masa kini dengan merelakan masa lalu apapun yang pernah terjadi saat itu.

Membuka pintu untuk saling mendukung boleh saja, tapi gk harus berlebihan. Karena sebaik apapun mantan adalah seseorang yang harus kita lupakan.

Dan satu lagi

Dari jaman ke jaman murid bandel ngelawan guru tuh ada aja. Bedanya kalo jaman dulu murid ngelawan, guru bertindak muridnya nurut. Jaman sekarang murid nakal guru bertindak, masuk kantor polisi

😬

So far, setelah bincang-bincang dengan anak saya, saya makin penasaran buat nonton langsung. Mungkin teman-teman mau nonton bareng?

Lebih baik nonton rame-rame sama teman seangkatan tahun 90an lho, daripada nonton bareng mantan, ya kaan .. hehe

Next kalau kesampaian nonton insya alloh saya share di artikel lainnya

Salam sayang

Tulisan ini diikutsertakan pada tantangan
#SatuHariSatuKaryaIIDN
#HariKe10