Senin, 22 Januari 2018

TERNYATA BUKAN HANYA SUAMI YANG MEMBUTUHKAN SUPLEMEN



Tulisan ini ditujukan juga kepada kaum lelaki terutama lelaki yang sudah beristri. Ketahuilah pak, istri anda itu terkadang memang bisa dipaksa jadi hulk, tapi hatinya tetap Nia Daniati. Seperti halnya para lelaki membutuhkan suplemen, para perempuanpun sama. Tapi diantara sederet suplemen kesehatan wanita, ada satu suplemen yang paling kita suka yaitu, diajak jalan suami!! Hoho ..

Pekerjaan menjadi ibu rumah tangga sejati atau ibu rumah tangga bekerja adalah sebuah never end story nya perempuan. Bayangkan aja, dari bangun tidur sampe mau tidur lagi sederet to do list sudah menunggu.

Mari kita lihat sederet kerempongan kita para istri ketika para suami tidak ada di rumah.

1. Berapa kali kita nyapu rumah? ratusaaan....

Percaya atau tidak, kita bisa menyapu lantai lebih dari tiga kali sehari, apalagi kalau punya anak balita. Minimal setiap selesai makan kita pasti pegang gagang sapu. Anak-anak kan makannya belum bisa tertib. Mending kalo bisa diem makan di meja makan. Paling banter remahnya di kolong meja. Nah kalo makannya masih disuapi pake drama lari sana lari sini, bisa dipastikan remah makanan akan berserakan di lantai. Kalau tidak segera dibersihkan bisa lengket dan menghitam. Makanya biar lebih mudah membersihkannya, kita para ibu segera menyapu lantai.

Itu baru selesai makan aja. Bisa bertambah ketika anak-anak bermain di rumah, membawa segerombolan pasukan berikut mainannya. Mending kalau mainannya ala pabrikan. Nah kalo mainannya berupa bunga-bunga hasil metik di depan rumah, pasir, kertas yang digunting dan lain-lain. Uhh makjleb. Bisa dipastikan gagang sapu di rumah terus bergoyang sambil dangdutan

2.  Berapa kali kita ngelap-ngelap? Ratusaaann ...

Kalo sapu bergoyang ratusan kali, lap juga bisa begitu. Sekalipun di antara kita ada tipe istri yang tidak terlalu perfectionist, tapi mengeringkan lantai, meja atau tempat yang basah lainnya merupakan pekerjaan yg tidak bisa ditunda. Karena urusannya berkaitan dengan keselamatan anak.

Para suami mungkin gk menyadari, tangan mungil si kecil yg sedang belajar menggerakan motorik kasarnya, sering tanpa sengaja menumpahkan air atau makanan. Belum ditambah dengan anak yang mengompol. Eh bukannya jadul kalau anak mengompol di celana hingga membasahi lantai. Terkadang ada beberapa anak yang alergi kelamaan pakai pampers. Maka, lap harus jadi barang berharga yang harus siap sedia. Agar kita bisa dengan sigap segera membersihkan lantai demi keselamatan buah hati tercinta.

3. Berapa kali kita nyuci? Gk sampe ratusan kali sih. Tapi tingginya tumpukan baju kotor bisa melebihi gunung mount everest!

Coba perhatikan dalam sehari berapa kali umumnya kita berganti pakaian. Untuk pak suami aja nih, ada baju tidur, baju kerja, baju basahan alias baju rumahan sama baju hobi (bisa baju futsal, rally sepeda atau baju touring dll). Itu bisa dipake dan kotor dalam sehari.

Lalu baju anak-anak. Anak-anak kan doyan main kotor-kotoran. Si adik yang suka mainin makanan sampe belepotan ke baju, susu yang tumpah ke celana, atau si kakak yang suka main bola, si sulung yang suka hujan-hujanan.. Kalo dikumpulkan dalam seminnggu, entah kayak apa bentuknya ruang cuci kita

4. Gk selamanya multitasking itu berhasil kita lakukan

Nyapu sambil ngangetin sayur, bisa bikin gosong karena lupa saking banyaknya sampah bekas main anak-anak.

Momong anak sambil giling cucian baju pakai mesin cuci adang sampe lupa airnya kepenuhan karena si anak gk mau ditinggal. Apalagi buat ngerjain pekerjaan rumah lainnya, si bungsu udah jerit jerit aja, ibuuu gimana caranya nyusun puzzlena. Ibuu adik mau main sama ibu. Ibuu, ibu pegang yang itu, adik pegang yang ini.

Hhuwaaa rasanya hati pengen ikut ngejerit liat rumah kotor berantakan sedang kita gk bisa ninggalin anak

5. Gk bisa tidur nyenyak dan gk punya waktu istirahat yang cukup

Ibu yang punya anak biasanya akan terbangun beberapa kali dalam tidurnya. Baik itu untuk menyusui, menyiapkan susu, mengambil air minum atau menemani ke kamar mandi. Percayalah, perlu kesadaran yang tinggi untuk kita para istri ketika memulai beraktivitas di waktu pagi, setelah melewati malam yang berat setiap harinya.


WANITA BUTUH NUTRISI KHUSUS UNTUK JAGA KESEHATANNYA

Nah dengan segambreng kesibukan tersebut bisa dipastikan kita butuh suplemen khusus untuk menunjang kesehatan. Apalagi secara fisik jelas perempuan itu beda dengan pria. Banyak resiko kesehatan yang mengintai wanita. Mulai dari resiko terhadap tubuh, tulang, maupun kulit.

Berikut beberapa masalah kesehatan yang sering kita alami:

Tubuh mudah lelah

Metabolisme perempuan lebih lambat dibandingkan pria. Kalau kita cenderung lebih banyak mengkonversi makanan menjadi lemak, sedang para suami lebih banyak mengkonversi makanan menjasi otot dan cadangan energi. Itulah kenapa para suami lebih kuat dan kita para istri lebih mudah lelah.

Rawan osteoporosis

Kondisi tulang perempuan beda dengan laki-laki. Massa tulang laki-laki lebih padat. Itulah kenapa osteoporosis lebih tinggi terjadi pada perempuan.

Anemia

Beberapa faktor penyebab anemia pada perempuan adalah karena kita mengalami menstruasi, hamil atau menyusui. Jika tidak diimbangi dengan nutrisi yang cukup maka darah tidak mampu mengangkut oksigen yang dibutuhkan, sehingga tubuh kita jadi lemas, gk ada tenaga.

Kulit cepat menua

Nah ini resiko yang paling menakutkan. Apalagi sadar diluar sana banyak sekali pelakor yang menunggu kita lengah.

Untuk mencegah resiko tersebut dan agar kita para ibu rumah tangga bisa mengerjakan segala aktifitas kerempongan, kita membutuhkan suplemen kesehatan yang memiliki komposisi lengkap yang terdiri dari gabungan berbagai vitamin dan mineral. Mulai dari vitamin A, vitamin B kompleks, Vitamin C, vitamin D serta zat mineral berupa kalsium, asam folat dan dan besi.

So, kalau anda ingin istri anda sehat, panjang umur, bahagia, cobalah pahami kondisi para istri, mbok ya pengertian. Beliin keq suplemennya. Saya gk akan sebutin nama suplemennya karena tulisan ini tidak untuk mengiklankan sebuah produk suplemen kesehatan wanita. Tapi untuk mengingatkan para suami supaya lebih memperhatikan kesehatan istri.

Dan tentunya buat mengingatkan teman-teman senasib dan sepenanggungan #aiihh :D supaya lebih peka dalam menjaga kesehatan.

Mengkonsumsi suplemen itu penting ya bun. Supaya kita bisa tetap sehat dan bisa mengurus keluarga dengan baik. Kebayang dong, kalau kita sakit, rumah kita jadinya bakal kaya apa .. kapal pecah hahaha...
Tapi ada hal penting yang harus bunda perhatikan dalam memilih dan mengkonsumsi suplemen.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Suplemen

Agar kita bisa mendapatkan manfaat suplemen dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan di kemudian hari, perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Pahami bahwa suplemen bukan obat untuk  mengobati penyakit tertentu.
2. Pahami bahwa efektivitas dan keamanan suplemen bukan diukur dari istilah “alami” yang tercantum dalam kemasan, tetapi dari kandungan kimia pada produk tersebut, cara kerja di dalam tubuh, takaran pemakaian, dan proses pembuatannya.
3. Pastikan bunda sudah paham manfaat kesehatannya, risiko yang mungkin ditimbulkan, aturan pemakaian, serta berapa lama harus digunakan.

Bunda, suplemen itu memang penting namun pastikan bunda bijak menggunakannya dan tetap perhatikan pola makan yang sehat serta diimbangi dengan olahraga serta istirahat yang cukup.

Ssstt, diantara suplemen yang dijual di pasaran, ada satu suplemen yang kita suka. Suplemen tersebut bisa bikin kita mendadak kuat, mendadak sehat jiwa dan raga. Waras akal dan fikiran. Dan membuat kita happy sepanjang hari hingga selalu dengan hati riang mengurusi berbagai kesibukan. Suplement tersebut adalah... diajak jalan suami!! wkwkwkw ... Betul apa bener ... hehee...

Semoga bermanfaat ya

Tulisan ini diikut sertakan dalam tantangan #SatuHariSatuKaryaIIDN

Minggu, 21 Januari 2018

MENERAPKAN KONSEP REWARD DAN PUNISHMENT

Reward Adalah bentuk penghargaan yang bisa memotivasi serta membentuk sebuah kebiasaan baik dalam diri

Pertama kalinya mengenal konsep reward dan punishment itu waktu saya masih sekolah dasar. Saya tumbuh bersama dalam lima bersaudara. Ibu saya PNS, sedangkan bapak bekerja di sebuah perusahaan obat kimia.
Karena orangtua pekerja, sejak kecil saya dan adik kakak dilatih mandiri. Walaupun waktu itu kami memiliki asisten rumah tangga.

Masing-masing dari kami memiliki tugas dan kewajiban. Misal nih, saya tugasnya nyetrika baju setiap hari minggu, nyapu, ngepel lantai, dan bersih-bersih rumah setiap hari.
Kakak saya paling besar tugasnya nyuci baju. Kakak nomor dua, tugasnya memasak. Kedua adik saya juga punya tugas dan tanggung jawab sesuai usia mereka saat itu.

Dulu bapak sering bilang gini "ayoo ayoo siapa yang bisa mengerjakan tugasnya setiap hari bapak kasih kamu hadiah jam tangan"
Uuh semangat tuh. Saya pun giat melakukan tugas tersebut demi jam tangan. Kerennya di antara sodara-sodara saya tu paling sering menerima hadiah. Kadang jam tangan, tas sekolah, uang, sampe celana jeans!!

Waktu itu celana jeans jadi pakaian paling hebat dan bisa bikin bangga si pemakainnya. gue doong .. keren punya celana jeans wkwkwk... Malah lebih dari sekedar hebat, celana jeans juga sangat berharga. Saking berharganya bisa digadaikan di pegadaian inang-inang ahahaha... #indahnyajamanold

Sebelum berlanjut, saya info dulu ya kak, pengertian dan manfaat menerapkan reward dan punishment.

Reward adalah hadiah yang diberikan kepada seseorang karena dia berhasil meraih atau mengerjakan sesuatu yang disepakati atau dijadikan standar dalam mendapatkan hadiah. Seperti saya misalnya, dulu sering dapat hadiah dari bapak karena saya rajin bersih-bersih rumah.

Punishment adalah hukuman untuk seseorang ketika orang tersebut tidak menampilkan tingkah laku yang diharapkan, atau tidak mengerjakan sesuatu yang sudah disepakati.

Eh iya saya juga ingat nih kak. Dulu selain sering dapet reward, saya juga lumayan sering dapet punishment dari bapak. Punishment karena apa?
Karena menggadaikan celana jeans tanpa sepengetahuan bapak!! wkwkwk konyol yeaa kaann ..
Saya menggadaikan celana jeans demi main sepatu roda di salah satu mall di pusat kota.
Maklum bunda, kakak, waktu itu saya masih abege labil. Sering kebawa-bawa sama bisikan angin yang menyesatkan. Anginnya ke kiri ikut ke kiri, anginnya ke kanan ikut ke kanan.
Di masa itu, maklum yah jamannya abege, saya sering penasaran sama sesuatu yang baru, dan sering timbul rasa ingin menunjukkan ini loh saya, saya juga bisa loh, saya juga pernah loh. Alahhh bilyard doang mah cetek. Ke dugem, hayu ih siapa takut?
Dan ujung-ujungnya di kurung dalam kamar, gk boleh keluar rumah selama seminggu. Ahahaa.. masa lalu yang indah.

Yang itu jangan ditiru yah kak, gk bener dan gk baik ;)

Bunda, kakak, dari cara orang tua menerapkan pola pemberian reward dan punishment, banyak sekali manfaat yang saya dapat. Memang reward dan punishment itu saya dapet waktu kecil. Tapi manfaatnya berasa sampe sekarang loh.

Apa aja manfaatnya? cekidot.

MANFAAT REWARD

1. Meningkatkan motivasi
2. Meningkatkan jiwa kompetitif
3.Penghargaan terhadap diri

MANFAAT PUNISHMENT

1. Membatasi perilaku dari tingkah laku yang tidak diharapkan
2. Memperkuat motivasi untuk tidak berbuat sesuatu yang akan menyebabkan kita mendapat hukuman

Menerapkan reward dan punishment bisa diterapkan pada metode belajar anak bunda, kakak. Misal nih, bunda bisa ngasih hadiah buat anak kalau dia berprestasi di sekolah. Bisa jadi dengan reward ini, anak yang tadinya malas belajar jadi rajin belajar karena ingin mendapatkan reward tersebut.
Jangan berfikir dengan memberi hadiah anak akan ketergantungan kepada reward. Demi reward nih, mau belajar. Gk ada reward gk belajar, opss.. Gk gitu yah bun. Justru saya sendiri merasakan, karena terbiasa dijanjikan reward, lama-lama ada sebuah kebiasaan yang terbentuk pada tubuh dan fikiran kita.
Kalau saya, saya jadi terbiasa bangun pagi karena terbiasa beberes rumah dari kecil. Saya juga gk suka lihat kemeja kusut, karena dari kecil terbiasa nyetrika baju.

Selain menerapkan reward dan punishment pada orang lain, hal tersebut bisa diterapkan pada diri sendiri. Kalau saya nih, ketika penjualan karpet bulu, bisnis yang sedang saya geluti saat ini,  mencapai angka tertentu, saya memberi reward pada diri sendiri berupa me time!!
Uhh ngeles kan bun ahaha.. padahal me time selalu dibutuhkan buat kita para bunda dan kakak cantik yang setiap hari berkutat antara dapur, sumur, kasur dan hape hahaa..  yang ujung mah ngelesnya kan demi membantu perekonomian keluarga wkwk ..
Tapi percayalah mereward diri sendiri adalah bentuk penghargaan dan motivasi, supaya kita bisa lebih disiplin terhadap suatu hal.

Nah bunda, kakak, ayoo coba terapkan pola reward ini kepada anak-anak kita di rumah. Percayalah, manfaatnya akan berlaku sepanjang masa.

Salam

#satuharisatukaryaIIDN